Putera Bani Tamim ialah Abuya. Baginda Al Fata Attamimi adalah tokoh akhir zaman yang mempersiapkan tapak pada dunia Islam oleh Imam Mahdi. Tapak itu ialah Daulah Islamiyah. Negara itu ialah Malaysia. Diikuti oleh Indonesia dan seterusnya Asia bersatu dengan Islam dibawah naungan Abuya.
Selama 73 tahun umurnya Abuya berjuang untuk jemaah sebagai tapak daulah. Perjuangannya melalui fase demi fase atau era demi era.
-
Era Malaysia dari tahun 1937 hingga tahun 1987 yakni sampai umur 50 tahun tumpuannya hanya pada Malaysia. Boleh dikatakan setiap inci bumi Malaysia dipijaknya selama tempo itu.
-
Era luar Negara dari tahun 1988 hingga tahun 1994, selama 7 tahun sampai umur 57 tahun fokus perjuangannya ialah ke ¾ dunia. Amerika, Eropah, Rusia, Cina, Australia, New Zealand, Timur Tengah, Turki dan seluruh Asia Tenggara. Malaysia ditinggalkanlah dengan melakukan kepimpinan dari jauh. Jemaahnya berjalan baik, terus kokoh, sementara itu di luar Negara jemaahnya kian bertapak dan semakin meriah. Kalau bukanlah kekuatan rohnya, di era ini Abuya sudah terpaksa menamatkan perjuangannya. Sebab sepeninggal Abuya, ada usaha-usaha menghancurkan jemaahnya di Malaysia oleh musuh-musuhnya yang membuangnya ke luar Negara selama 7 tahun itu. Namun bukan saja jemaahnya tidak hancur bahkan lebih menakutkan musuh-musuhnya. Usaha-usaha musuh bagaikan pupuk yang menambah kekuatan jemaah. Kepemimpinan roh oleh Abuya, dengan teknologi cahaya telah memanfaatkan usaha musuh sehingga mendapat keuntungan bagi jemaahnya. Maka musuh bertambah bingung dengannya lalu mengambil langkah lebih ganas yaitu menangkap Abuya dan timnya di bawah akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA).
-
Era ISA 10 tahun dari tahun 1994 hingga tahun 2004. Selama 10 tahun pula meninggalkan jemaahnya. Memimpin dari dalam Tahanan daerah. Memimpin dengan roh lagi. Didalam ISA, jemaahnya jadi 10 kali lebih kuat daripada sebelumnya yaitu kekuatan ekonominya. Dalam masa yang sama Kementerian Dalam Negeri Malaysia makin melihat perjuangan Abuya tidak pun menyebabkan ancaman apa-apa bagi keselamatan Negara. Lalu Abuya dibebaskan dari ISA.
-
Era sakit parah selama 7 tahun. Dari tahun 2003 hingga 2010. Sakitnya kata dokter ialah lumpuh seluruh tubuh (multy stroke) atau mati seluruh badan karena stroke. Selama 7 tahun itu beliau terus memimpin. Tidak ada yang dilantik sesiapa menjadi pemimpin menggantikannya. Dan memang pengikutnya pun mau Abuya yang terus memimpin. Mereka itu taat-taat saja. Yang menjadi jurubicaranya ialah isteri kedua yaitu Hatijah Aam (Ummu Jah). Maka memimpinlah Abuya dengan rohnya. Kalau bukan rohnya yang aktif mengetuai orang-orang maka bisnisnya habis karena ditipu atau tutup usahanya. Tapi tidak! Makin membesarnya perjuangannya waktu beliau sakit inilah. Pengaruh makin membesar waktu inilah juga. Membuat musuh-musuh curiga saja padanya. Sakit atau tak sakit sebenarnya. Orang sakit tak jadi beginilah. Demikian tanda-tanya yang Abuya cetuskan tentang dirinya.
Ummu Jah sepanjang 7 tahun itu hanyalah jurubicara Abuya. Tidak satupun keputusan yang Ummu Jah buat bahkan untuk keluar dari ruangan, melainkan dengan izin Abuya. Bila ada kesalahan dan kelemahan yang Ummu Jah buat, semua dihukum dan diadili di depan jemaahnya. Bila orang berkata “Ummu Jah dan Fakhrurazi(anak lelaki pertama Abuya) telah menguasai jemaah Abuya’, maka Abuya menjawab “Siapa yang mengatakan jemaah ini kepunyaan anak dan isteri saya, dia bukan lagi pengikut saya. Dia telah buat jemaah dalam jemaah saya. Karena dia tidak paham bagaimana saya memimpin.”
-
Era Ghaib. Di usia 73 tahun yaitu setelah 23 tahun memimpin jemaah dengan rohnya, setelah jemaahnya begitu sempurna dan setelah beliau benar-benar diyakini sebagai Putera Bani Tamim (PBT) pemimpin yang dilantik Allah, mewakili Nabi akhir zaman, Abuya pun menyeberang lagi keluar Negara. Negara Ghaib. Yaitu di waktu sedang kejar mengejar dengan Yahudi. Yahudi hendak mengusir Abuya dari bumi karena Abuya sudah menantang sekali. Dalam bukunya ‘Tsunami Membuktikan Abuya Putra Bani Tamim (Satria Piningit), Abuya seperti mengundang Yahudi ‘Tangkaplah aku, tangkaplah, memang akulah orang yang engkau cari-cari itu!’.Sungguh setelah itu Abuya diburu! Orang bodoh saja yang tidak percaya kenyataan ini. Yahudi merasa Abuya telah menipu mereka, selama 7 tahun kononnya sakit tetapi di kemuncak sakit pengaruhnya cukup besar, jemaahnya dilihat sebuah kebangkitan yang cukup besar. Maka diatas kekuatan itulah dia mengisytiharkan dirinya pemimpin dari dua negara yaitu Malaysia dan Indonesia. Menyaksikan semua ini, bodohlah Yahudi kalau terus berdiam diri. Mereka pun tentulah merancang sesuatu. Dan Abuya ketika begitu diperhatikan gerakannya, makin parahlah sakitnya lalu masuk Rumah sakit ‘Hospital Specialist Ipoh’ pada tanggal 10 Mei 2010. Di Rumah sakit tersebut pada tanggal 13 Mei 2010, pukul 07.00 pagi hingga pukul 14.00 siang, Abuya telah membuat para dokternya sangat terperanjat. Abuya mati dan hidup lagi, mati dan hidup. Tiga kali. Kemudian akhirnya mati dengan penuh keajaiban. Mati tapi macam tidur! Sebelumnya Abuya beritahu secara roh kepada jurubicaranya Ummu Jah:
i) ‘Kalau Abuya meninggal, daulah tetap jadi.’
Oleh siapa?
‘Menurut Rasulullah SAW oleh saya (Abuya).
Artinya Abuya belum meninggal?ii) ‘Jangan kamu mengharap saya bangun dengan jasad yang sudah tinggal seperti rangka tulang. Bukankah sepatutnya bangun dengan jasad baru yang gagah dan sehat sesehat-sehatnya.’
Artinya pergi untuk memakai jasad baru!Tentang hal Ummu Jah itu mendapat input secara roh dari Abuya ke ajal atau hatinya bukannya baru hari itu. Selama 7 tahun menjadi jurubicara Abuya, selama itulah Ummu Jah dilatih untuk mampu menerima info-info rohaniah atau ilham dari mursyidnya. Abuya pergi diwaktu Ummu Jah sudah sangat mahir dan yakin dengan ilham-ilham itu. Dan kami para pengikut sangat dapat menerimanya apabila tahu Abuya waktu ini hendak meneruskan gaya kepimpinannya seperti itu. Abuya tidak berkehendak jemaahnya ditukar pemimpin. Putra Bani Tamim hanya seorang kata Abuya. Ini isyarat bahwa dia tetaplah pemimpin jemaah waktu ini. Dan kami setuju! 7 tahun lamanya Ummu dilatih Abuya dan berhasil, mana mungkin sekarang kami tidak yakin bahwa Ummu tetaplah hanya jurubicara dan kepimpinan Abuya gaya ini akan membuat Islam terus menang dan menang. Syeikh Fakhrurazi tetaplah hanya wakil dan bukan ‘Pemangku jabatan ketua Jemaah’ seperti yang kami sangka pada awal kepergian Abuya.
Kembali ke hospital Ipoh, tentang meninggalnya Abuya, melalui ilham yang diberikan kepada Ummu, Abuya berkata dari Rasulullah SAW bahwa yang terlihat A wafat itu untuk Yahudi, yang terlihat Abuya ghaib itu untuk Islam.
Bergayalah Abuya seperti mayat untuk terus menipu Yahudi. Dimandikan, dikafankan, disholatkan dan dikebumikan. Padahal kepemimpinan roh ini dengan gaya tidurnya telah sangat meyakinkan pengikutnya bahwa Abuya belum wafat. Dia ghaib dan akan betul-betul wafat nanti di Palestina, setelah Masjidil Aqsa dapat dikembalikan kepada Umat Islam.
Demikianlah Allah melakukan kuasaNya untuk Umat akhir zaman yang mempunyai nabi yakni Nabi Muhammad yang berperanan secara roh karena sudah wafat. Karena roh Nabi Muhammad itulah semua keajaiban ini Allah izinkan berlaku kepada umat akhir zaman.
Bahkan akan datang Dajjal sesudah Imam Mahdi. Kalau Allah tidak dibenarkan melakukan semua ini dengan apa anda berharap Si Yahudi itu disusah-susahkan dan akhirnya dikalahkan? Saddam Hussein sudah mencobanya dengan cara yang masuk akal, tapi apa sudah jadi pada Saddam? Akibat dari itu mana mungkin akan ada Saddam kedua? Tapi Abuya-lah ‘Saddam’ yang sebenarnya yang akan membuatkan Yahudi kebingungan dan akhirnya tersungkur! Yakni dengan cara yang sangat tidak masuk akal yang orang Islam pun tak sangka, bahkan Yahudi pun terpinga-pinga jadinya, panik dan hilang pertimbangan. Tapi Yahudi tidaklah terlalu bodoh, memang mereka alim bahkan lebih dari ulama Islam.
Yahudi yakin Abuya belum mati lagi, hanya ghaib. Walaupun media di Malaysia sangat menyebarkan berita kewafatan Abuya, tapi orang bodoh saja yang percaya. Yahudi pun tidak percaya. Buktinya, untuk apa berita Abuya sampai sekarang dimainkan lagi. Abuya disesatkan lagi. Pengikut Abuya hendak ditangkap lagi! Mengapa?
Kalau yakin Abuya sudah wafat, artinya berakhirlah sudah Asaarisme di Malaysia dan tidaklah anak-anak atau isteri mampu untuk membuat Daulah Islamiyah. Putra Bani Tamim pun mati, apalah saja anak dan isterinya? Kalau begitu apa yang sangat ditakuti hingga terpaksa memerangi lagi untuk dihancurkan lagi dan ditangkap lagi?
Jangan-jangan semua pun yakin Abuya akan datang lagi. Bahwa Abuya sedang terus memimpin dari balik tabir Negara seberang? Menunggu hari untuk kembali menyelamatkan Malaysia dari kejahatan dan tipu daya Yahudi? Memang kenyataannya pada hari ini Malaysia dan Asia sangat memerlukan pimpinan Abuya!!! Kata Abuya dia muncul di saat semua rakyat Malaysia setuju dengan kepemimpinan Abuya. Indonesia pun begitulah juga! Negara kedua yang menerima Abuya. Bersabarlah menunggu! Niscaya Malaysia dan Indonesia akan selamat dengan Islam. Dan Allah akan menarik kembali kuasa Yahudi dibumiNya.
Wabihi wallahualam, Wassalam.
Jika memang Abuya yang ditakdirkan ALLAH..kami siap menerima kembalinya Abuya.InsyaAllah
kalau la daulah terjadi setelah 2 negara yg disebut itu bersetuju sepakat membaia’ahnya, bila? sedanhkag dalam situasi sekarang ramai lagi yang menentang, menafi, tidak mempercayai bakal adanya daulah di nusantara. kalau nak tunggu semuanya bersepakat, lama lagi la daulah tu…
Allah Maha Kuasa mampu membuat keajaiban. Lihat dahulu Rasulullah saw semasa perjuangannya kelihatan seperti tiada harapan untu diterima masyarakat. namun bila tiba hari kemenangan dengan ajaibnya semua orang berbondong-bondong menerima baginda. kalau begitu adakah mustahil bagi Allah mengulangi keajaiban ini? sudah tentu Allah dengan mudahnya dapat mengulangi keajaiban ini. suasana yang timbul sekarang ini kelihatan akan mendorong masyarakat Malaysia dan Indonesia menolak pemimpin politik sehingga apabila Abuya kembali, masyarakat dengan mudah menerima beliau
Kami rindu ABUYA…
Saddam pun sebenarnya tak meninggal. Dia juga dighaibkan untuk akhir zaman. Cuma dilihatkan meninggal untuk menipu Amerika, ghaib untuk umat Islam. Dia akan dibangkitkan semula dengan tubuh yang muda belia dengan scud yang lebih tajam dan dahsyat. Begitulah perkhabaran ghaib yang ana terima dari mimpi dan ru’yah as-solehah. Kalau tak percaya memang tak cinta kepada perjuangan Islam.
Rindu Abuya juga.
Apa maksud buat jemaah dalam jemaah
salam.rasanya sudah tiba bagi wanita ikhwan untuk memakai kembali purdah…setelah sekian lama ditinggalkan…
kelebihan furdah besar ddlm agama. esok d akhirat kita semua akan berjalan beribu2 batu utk btemu dgn Allah akan tetapi seorg wanita yg ada ilmu dn ikhlas dgn penutupan mukanya diberi kelebihan yakni Allah yg akan bertemu dgn wanita solehah yg memakai furdah itu. jk anda dh tahu jgnlh memakai krn fadhilat atau lain2.ikhlaskn ia krn Allah SWT.
jika rmai2 pndai2 pakai furdah tnpa arahan dr abuya,itu la jemaah dlm jemaah.pndai2 buat sndri dn xtaat pd pemimpin.nak taat tp dlm msa yg sama derhaka. Allah cipta furdah utk wanita dn Allah juga suruh patuh pada pemimpin. abuya taat pd Allah dn abuya juga taat pd manusia yg selagi xmelanggar syariat tuhan dlm jemaahnya.
ada dalam hadis menyatakn..”akan terus masuk neraka tanpa di hisab pd org yg menghina guru agama yg lebih byk ilmu drpd org yg menghina itu.dn akan masyuk syurga tanpa di hisab pd org yg memuliakan guru agama yg ilmunya tinggi berbanding dirinya”…. renunglh…
arqam dh pn lama mati dn terkubur.tapi islam takkan mati dan takkan terkubur.
kenapa sakit hati ek? kalau kereta saudara rosak mesti saudara hantar kebengkel.jika baju koyak mesti hantar pd tukang jahit.jika badan sakit mesti jumpa doktor. tapi kenapa hati kita sakit kita tak jumpa guru2 agama utk baiki hati kita ek? mana saudara tahu itu hadis ummu jah ya? sy dengar hadis tu kat masjid.khatib khutbah yg baca. maknanya saudara dah menghina islam.islam itu agama ALLAH.lebih tepat saudara dah menghina ALLAH. Nauzubillah.sama2lah kita bertaubat pd ALLAH.
CIRI CIRI MUNAFIK
(Muhsabah Diri Dlm memberi Respon)
1.Dusta
Hadith Rasulullah yang diriwayatkan Imam Ahmad Musnad dengan sanad Jayid: Yaitu SESEORANG YANG BERDUSTA AGAR ORANG ORANG TERTAWA.”
Di dalam kitab Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim), Rasulullah SAW bersabda: “Tanda orang munafik ada 3, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta.”
2. Khianat
sabda Rasulullah SAW: “Dan apabila berjanji, dia berkhianat.” Barangsiapa memberikan janji kepada seseorang, atau kepada isterinya, anaknya, sahabatnya, atau kepada seseorang dengan mudah kemudian dia mengkhianati janji tersebut tanpa ada sebab uzur syar’i maka telah hinggap pada dirinya salah satu tanda kemunafikan.
3. Fujur dalam pertikaian
sabda Rasulullah SAW:
“Dan apabila bertengkar (bertikai), dia melampau”
4. Ingkar Janji
sabda Rasulullah SAW:
“Tanda orang munafik ada 3: jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat.” (HR. Bukhari Muslim)
5. Malas Beribadah
Firman Allah SWT:
“…Dan apabila mereka berdiri untuk solat, mereka BERDIRI DENGAN MALAS…”
(An-Nisa’: 142)
Jika orang munafik pergi ke masjid/surau, dia menyeret kakinya seakan-akan terbelenggu rantai. Oleh kerana itu, ketika sampai di dalam masjid/surau dia memilih duduk di shaf yang paling akhir. Dia tidak mengetahui apa yang dibaca imam dalam solat, apalagi untuk menyemak dan menghayatinya.
6. Riya’
Di hadapan manusia dia solat dengan khusyuk tetapi ketika seorang diri, dia mempercepatkan solatnya. apabila bersama orang lain dalam suatu majlis, dia tampak zuhud dan berakhlak baik, demikian juga pembicaraannya. Namun, jika dia seorang diri, dia akan MELANGGAR HAL-HAL YANG DIHARAMKAN Allah SWT.
7. Sedikit Berzikir
Firman Allah SWT:
“…Dan apabila mereka berdiri untuk bersolat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan solat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah SWT kecuali sedikit sekali.
(An-Nisa’: 142)
8. Mempercepat Solat
Mereka (orang2 munafik) adalah orang yang mempercepatkan solat tanpa ada rasa khusyuk sedikit pun. Tidak ada ketenangan dalam mengerjakannya, dan hanya sedikit mengingat Allah SWT di dalamnya. Fikiran dan hatinya tidak menyatu. Dia tidak menghadirkan keagungan, kehebatan, dan kebesaran Allah SWT dalam solatnya.
Hadith Nabi SAW:
“Itulah solat orang munafik…lalu mempercepat empat rakaat (solatnya)”
9. Mencela orang-orang yang Taat dan Soleh
Mereka memperlekehkan orang-orang yang Taat dengan ungkapan yang mengandung cemuhan dan celaan. Oleh kerananya, dalam setiap majlis pertemuan sering kali kita temui orang munafik yang hanya MEMBINCANGKAN SEPAK TERAJANG ORANG2 SOLEH dan orang2 yang konsisten terhadap Al-Quran dan As-Sunnah. Baginya seakan-akan tidak ada yang lebih penting dan menarik selain memperolok-olok orang2 yang Taat kepada Allah SWT
10. Memperolok-olok Al-Quran, As-Sunnah, dan Rasulullah SAW
Termasuk dalam kategori Istihzaa’ (berolok-olok) adalah memperolok-olok hal2 yang disunnah Rasulullah SAW dan amalan-amalan lainnya. Orang yang suka memperolok-olok dengan sengaja hal-hal seperti itu, JATUH KAFIR.
Firman Allah SWT:
“…Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah SWT, Ayat-Ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, kerana kamu kafir sesudah beriman…”
(At-Taubah: 65-66)
11. Bersumpah Palsu
Firman Allah SWT:
“Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai…”
(Al-Munafiqun: 2, Al-Mujadilah: 16)
Jika seseorang menanyakan kepada orang munafik tentang sesuatu, dia langsung bersumpah. Apa yang diucapkan orang munafik semata-mata untuk menutupi kedustaannya. Dia selalu mengumpat dan memfitnah orang lain. Maka jika seseorang itu menegurnya, dia segera mengelak dengan sumpahnya: “Demi Allah, sebenarnya kamu adalah orang yang paling aku sukai. Demi Allah, sesungguhnya kamu adalah sahabatku.
12. Enggan Berinfak
Orang2 munafik memang selalu menghindari hal2 yang menuntut pengorbanan, baik berupa harta maupun jiwa. Apabila menjumpai mereka berinfak, bersedekah, dan mendermakan hartanya, mereka lakukan kerana riya’ dan sum’ah. Mereka enggan bersedekah, kerana pada hakikatnya, mereka tidak menghendaki pengorbanan harta, apalagi jiwa.
13. Tidak menghiraukan nasib Kaum Muslimin
Mereka selalu menciptakan kelemahan2 dalam barisan muslimin. Inilah yang disebut At Takhdzil. iaitu, sikap meremehkan, menakut-nakuti, dan membiarkan kaum muslimin. Orang munafik berpendapat bahawa orang2 kafir lebih kuat daripada kaum muslimin.
14. Suka menyebarkan Khabar Dusta
Orang munafik senang memperbesar peristiwa/kejadian. Jika ada orang yang tergelincir lisannya secara tidak sengaja, maka datanglah si munafik dan memperbesarkannya dalam majlis2 pertemuan. “Apa kalian tidak mendengar apa yang telah dikatakan si fulan itu?” Lalu, dia pun menirukan kesalahan tersebut. Padahal, dia sendiri mengetahui bahawa orang itu mempunyai banyak kebaikan dan keutamaan, akan tetapi si munafik itu tidak akan mahu mengungkapkannya kepada masyarakat.
15. Mengingkari Takdir
Orang munafik selalu membantah dan tidak redha dengan takdir Allah SWT. Oleh kerananya, apabila ditimpa musibah, dia mengatakan: “Bagaimana ini. Seandainya saya berbuat begini, niscaya akan menjadi begini.” Dia pun selalu mengeluh kepada sesama manusia. Sungguh, dia telah MENGKUFURI DAN MENGINGKARI QADHA DAN TAKDIR.
16. Mencaci maki kehormatan orang-orang Soleh
Apabila orang munafik membelakangi orang2 soleh, dia akan mencaci maki, menjelek-jelekkan, mengumpat, dan menjatuhkan kehormatan mereka di majlis-majlis pertemuan.
Firman Allah SWT:
“…mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan…”
(Al-Ahzab: 19)
17. Sering meninggalkan Solat Berjamaah
Apabila seseorang itu segar, kuat, mempunyai waktu luang, dan tidak memiliki uzur say’i, namun tidak mahu mendatangi masjid/surau ketika mendengar panggilan azan, maka saksikanlah dia sebagai orang munafik.
18. Membuat kerosakan di Muka Bumi dengan Dalih Mengadakan Perbaikan
Firman Allah SWT:
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: janganlah kamu membuat kerosakan di muka bumi, mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan kebaikan.’ Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerosakan, tetapi mereka tidak sedar.”
(Al-Baqarah: 11-12)
19. Tidak ada kesesuaian antara Zahir dengan Batin
Secara Zahir mereka membenarkan bahawa Nabi Muhammad SAW adalah Rasul Allah, tetapi di dalam hati mereka, Allah telah mendustakan kesaksian mereka. Sesungguhnya, kesaksian yang tampak benar secara Zahir itulah yang menyebabkan MEREKA MASUK KE DALAM NERAKA. Penampilan zahirnya bagus dan mempersona, tetapi di dalam batinnya terselubung niat busuk dan menghancurkan. Di luar dia menampakkan kekhusyukan, sedangkan di dalam hatinya main-main.
20. Takut terhadap Kejadian Apa Pun
Orang2 munafik selalu diliputi rasa takut. Jiwanya selalu bergoncang, keinginannya hanya selalu mendambakan kehidupan yang tenang dan damai tanpa disibukkan oleh persoalan2 hidup apa pun. Dia selalu berharap: “Tinggalkan dan biarkanlah kami dengan keadaan kami ini, semoga Allah memberikan nikmat ini kepada kami. Kami tidak ingin keadaan kami berubah.” Padahal, keadaannya tidaklah lebih baik.
21. Beruzur dengan Dalih Dusta
Firman Allah SWT:
“Di antara mereka ada orang yang berkata: ‘Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah.’ Ketahuilah bahawa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya NERAKA JAHANNAM itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.”
(At-Taubah: 49)
22. Menyuruh Kemungkaran dan Mencegah Kemakrufan
Mereka (orang munafik) menginginkan agar perbuatan keji tersiar di kalangan orang2 beriman. Mereka menggembar-gemburkan tentang kemerdekaan wanita, persamaan hak, penanggalan hijab/jilbab. Mereka juga berusaha memasyarakatkan nyanyian dan konsert, menyebarkan majalah2 porno (SEMIPORNO) dan narkotik.
23. Bakhil
Orang2 munafik sangat bakhil dalam masalah2 kebajikan. Mereka menggenggam tangan mereka dan tidak mahu bersedekah atau menginfakkan sebahagian harta mereka untuk kebaikan, padahal mereka orang yang mampu dan berkecukupan.
24. Lupa kepada Allah SWT
Segala sesuatu selalu mereka ingat, kecuali Allah SWT. Oleh sebab itu, mereka sentiasa ingat kepada keluarganya, anak-anaknya, nyanyian2, berbagai keinginan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan duniawi. Dalam fikiran dan batin mereka tidak pernah terlintas untuk MENGINGAT (ZIKIR) ALLAH SWT, KECUALI SEBAGAI TIPUAN SEMATA-MATA.
25. Mendustakan janji Allah SWT dan Rasul-Nya
Firman Allah SWT:
“Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: ‘Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami selain tipu daya.”
(Al-Ahzab: 12)
26. Lebih memperhatikan Zahir, mengabaikan Batin
Orang munafik lebih mementingkan zahir dengan mengabaikan yang batin, tidak menegakkan solat, tidak merasa diawasi Allah SWT, dan tidak mengenal zikir… Pada zahirnya, pakaian mereka demikian bagus menarik, tetapi batin mereka kosong, rosak dan lain2.
27. Sombong dalam Berbicara
Orang2 munafik selalu sombong dan angkuh dalam berbicara. Mereka banyak cakap dan suka memfasih-fasihkan ucapan. Setiap kali berbicara, mereka akan selalu mengawalinya dengan bila UNGKAPAN MENAKJUBKAN YANG MEYAKINKAN AGAR TAMPAK SEPERTI ORANG HEBAT, MULIA, BERWAWASAN LUAS, MENGERTI, BERAKAL, DAN BERPENDIDIKAN. Padahal, pada hakikatnya dia tidak memiliki kemampuan apa pun. Sama sekali tidak memiliki ilmu bahkan lagi terserlah kemunafikannnya.
28. Tidak memahami Ad Din
Di antara “KEISTIMEWAAN” orang2 munafik adalah: mereka sama sekali tidak memahami masalah-masalah agama. Dia tahu bagaimana mengenderai kereta dan mengerti perihal mesinnya. Dia juga mengetahui hal2 remeh-temeh dan pengetahuan-pengetahuan yang tidak pernah memberi manfaat kepadanya meski juga tidak mendatangkan mudharat baginya. Akan tetapi, apabila menghadapi untuk berdialog (bertanya tentang persoalan2 Ad Din (Islam)), dia sama sekali tidak boleh menjawab.
29. Bersembunyi dari manusia dan menentang Allah dengan Dosa
Orang munafik menganggap ringan perkara2 terhadap Allah SWT, menentang-Nya dengan melakukan berbagai kemungkaran dan kemaksiatan secara sembunyi-sembunyi. Akan tetapi, ketika dia berada di tengah-tengah manusia dia menunjukkan sebaliknya: berpura-pura taat
Firman Allah SWT:
“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahsia yang Allah tidak redhai…”
(An-Nisa’: 108)
30. Senang dengan Musibah yang menimpa orang-orang Beriman dan Dengki terhadap Kebahagian mereka
Orang munafik apabila mendengar berita bahwa seorang ulama yang soleh tertimpa suatu musibah, dia pun menyebarluaskan berita duka itu kepada masyarakat sambil menampakkan kesedihannya dan berkata: “Hanya Allahlah tempat memohon pertolongan. Kami telah mendengar bahawa si fulan telah tertimpa musibah begini dan begitu… semoga Allah memberi kesabaran kepada kami dan beliau.” Padahal, di dalam hatinya dia merasa senang dan bangga akan musibah itu.
hey amende korang cakap ni, baik baik kak jah.
akan ada sorang anak, pengikut atau cucu kak jah yang akan mengatakan bahawa ‘POWER ABUYA masuk dalam badan saya’. kemudian kak jah amek dia sebagai perantara dan juru cakap.
trick lame jah ooi..
pertubuhan ko x de sumber, sumber sabda abuya yang jemaah terima arini sume dari ko kak jah oi..
yang ada ilmu agame dalam jemaah kamu pun jadi pak turut je
yang x blaja lagi le. yakin buta tuli tanpa ada nas yang jelas. main tembak je. main ikut buta tuli kata-kata kak jah.
sudah, jangan merapu meraban kak jah oi..
wak x leh bior kan kamu merapu dan memesongkan keyakinan anak2 buah kamu.
Jin tua yang mengepung ko kak jah oi akan
dimusnahkan oleh orang cerdik pandai dalam bab
rohani x lame lagi.
lepas ni x ade lagi suara ‘abuya’ atw ‘sheh suhaimi’ kamu.
Jin-jin tu dan konco2nye akan dihapuskan dengan ijin dari Alloh SWT insha Alloh melalui rijal goib yang betol2 bukan rijal samaran jin yang mengepong ko kak jah dan pembantu2 ko. Insha Alloh.
Pingback: Khadimul Haramain « MENEMPA SEJARAH KEBANGKITAN ISLAM AKHIR ZAMAN