Tags

, , , , , , , ,


Dalam kitab ‘Uqdudrar fi Akhbari Muntazar’ yang ditulis oleh Syeikh Yusuf bin Yahya bin Ali b Abdul Aziz AlMaqdisi AsSayafie, yaitu ulama kurun ke 7, pada bab ke 5 yang berjudul ‘Sesungguhnya Allah akan mengirim seseorang yang mempersiapkan tapak sebelum pemerintahan Imam Mahdi ‘ tertulis sebagai berikut:

Telah dikeluarkan oleh alHafiz Abu Abdullah Nu’im bin Hamad dalam kitab “FITAN” dan juga sebagian ulama-ulama lain berkata bahwa: “Telah sampai kepadaku tentang AlHasyimi adalah saudara AlMahdi di sebelah ibunya (ada juga yang berkata dia adalah anak paman kepada AlMahdi), sesunguhnya dia tidak MATI, (setelah heboh berita tentang kematiannya) tetapi setelah terjadinya peperangan yang amat dahsyat, dia AlHasyimi akan keluar ke Mekah dan bila Imam Mahdi lahir dia akan keluar bersama AlMahdi.”

“Akan keluar seorang lelaki dari Ahlul Bait dari Timur, dia akan memikul pedang selama 18 bulan, dan dia tidak akan mati sehingga dia sampai ke Baitulmaqdis.”

“Bagi pemilik mandat ini (Imam Mahdi) berlaku padanya dua kali ghaib, salah satunya sangat panjang hingga sebagian mereka berkata beliau telah terbunuh dan sebagian yang lain berkata beliau telah pergi entah kemana. Tiada siapapun yang mengetahui kedudukan sebenarnya walaupun di kalangan anggota keluarga atau selainnya, melainkan seorang Maula (Arab yang sudah bercampur ajam) yang mengambil alih urusannya.”

“Mereka diketuai oleh seorang lelaki yang bergelar sebagai Syuaib Bin Soleh dari keturunan Bani Tamim, mereka ini akan mengalahkan Sufyani sehingga tiba di Baitulmaqdis. Dia (Putera Bani Tamim) akan menyerahkan pemerintahannya kepada Imam Mahdi dan menyerahkan kepadanya 300 orang dari Syam. Tempoh diantara keluarnya dan dia menyerahkan pemerintahan kepada Imam Mahdi adalah 72 bulan.”

Beberapa waktu lalu ketika Abuya menamakan dirinya ‘Pemimpin Paling Ajaib di Zaman ini’ melalui buku tulisan Ummu Jah, kami sebenarnya merasa hal itu agak keterlaluan.
Sebab memang waktu itu kami belum melihat Abuya mengatasi pemimpin-pemimpin lain.
Mohon maaf kepada Abuya. Kami tidak paham watak Abuya yang selalu membawa pemikiran-pemikiran besar, jauh ke depan dan tidak mampu dijangkau oleh akal biasa kaumnya.

Kami lihat sakit Abuya semakin parah. Namun dalam keadaan itu justru Abuya telah pergi ke Australia (Perth, Katanning, Port Hedland), ke Bali, ke Aceh, Medan, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Bangkok, Phuket dan Hatyai dan kembali lagi ke Malaysia.

Tapi Abuya kata misi perjalanannya bukan untuk berobat, tapi untuk memperkuat Jemaah sebagai persiapan akhir untuk daulah Islamiyah.
Sungguh, menyaksikan persembahan itu hati kami mulai gentar dengan Abuya. Siapakah Abuya ini sebenarnya?

Ketika di Aceh Abuya bahkan lebih dahsyat lagi tindakannya ketika mengatakan: “Tsunami itu Abuya yang buat.”

Mungkin susahlah Ummu Jah berfikir untuk membenarkan kata-kata Abuya dengan mengeluarkan buku: Tsunami Membuktikan Abuya Putera Bani Tamim (Satrio Piningit).
Kemudian dibuatlah program peluncuran buku tersebut atas arahan Abuya. Takutnya kami bila melihat reaksi masyarakat terhadap apa yang Abuya lontarkan.

Kami rasa akan ditangkap polisi atas desakan masyarakat. Tapi Abuya sebut: “Islam akan menang bukan akan kalah.” Kekecohan rupanya berakhir dengan sungguh ajaib.

Masih panas-panas dalam ingatan tentang peristiwa itu, Abuya tiba-tiba cetuskan sesuatu yang lebih hiruk pikuk lagi. Abuya wafat? Tak mungkin. Tak mungkin berakhir begini???

Seolah-olah Nahkoda Kapal yang sedang membuat satu pelayaran hebat dengan kapal yang cukup menakutkan musuhnya, tiba-tiba dia terjun ke laut membiarkan kapal berlayar tanpa Nahkoda?
Walaupun banyak orang melihat jasad Abuya dikubur, tapi saya yakin Abuya belum wafat. Saya yakin pada hadis-hadis dan keterangan-keterangan yang mengatakan bahwa akhir perjuangan Putera Bani Tamim adalah bersama Imam Mahdi memperjuangkan kebangkitan Islam di akhir zaman. Saya yakin ini, karena ini adalah kata-kata junjungan kita Rasulullah saw.

Maka saya yakin Abuya sebenarnya pergi ghaib setelah mengundang Amerika dan konco-konconya untuk menangkapnya melalui bukunya ‘Tsunami Membuktikan Abuya Putera Bani Tamim (Satrio Piningit)’.

Buku itu telah membuat musuh Abuya mengejarnya, dan ketika betul-betul musuh sudah berada di belakang kapal perjuangan Abuya, maka Abuya pun melakukan aksi ajaib yaitu ‘menghilang’.
Tentu terkejut musuh menyaksikan aksi Abuya. Ditanyalah kepada dokter-dokter yang merawat, apa betul Abuya wafat. Saya yakin sebenarnya mereka bingung melihat keadaan Abuya, hanya pada akhirnya mereka hanya mampu mengatakan bahwa berdasarkan alat-alat medis yang ada Abuya disahkan wafat.
Saya kira saat ini sebenarnya musuh Abuya pun yakin bahwa Abuya telah mengambil gaya atau strategi ‘mati’ untuk menuju daulah!

Maka demi menghina dan menghadang perjuangan ini, mereka sanggup memberi halaman depan surat kabar utama di Malaysia untuk berita Abuya itu. Kepentingan apa selain untuk menghalang Abuya dan pengikut-pengikut setianya?

Tapi memang film ini paling ajaib, ketika pengikut-pengikut Abuya tetap meneruskan perjuangannya.

Wahai Abuya, Allah benar-benar menunjukkan kuasaNya ke atas Abuya. Abuya begitu dibela Allah nampaknya. Betullah Abuya pemimpin yang dilantik Allah. Abuyalah Satrio Piningit dan Abuyalah Putera Bani Tamim. Pemimpin paling ajaib di zamannya, pemimpin yang akan menyatukan Asia dengan Islam dan memulakan Imperium Islam di Timur oleh Imam Mahdi.

Abuya, selamat kami ucapkan! Rindunya hati kami padamu, kapankah akan kembali. Kami tidak sabar menanti. Obatilah rindu ini. Kami yakin Abuya kini mampu berada dimana-mana dengan izin Allah. Karena Roh laksana cahaya, tersebar dimana-mana! Abuya sedang mengutip hati-hati semua bangsa di dunia untuk mempersiapkan Daulah Islamiyah.

Abuya sedang menjatuhkan musuh-musuh Islam yang beragam namanya itu. Abuya sedang mengarahkan dunia kepada Islam. Dan dengan cepatnya Abuya sedang menciptakan kemenangan demi kemenangan. Untuk terjadinya Daulah hingga ke Imperium Islam.

Kami bangga dapat terus bersama Abuya. Ikut membela Abuya. Karena kami sangat yakin, membela Putera Bani Tamim itu niscaya kami akan dibelaNya. Ruginya kami kalau tidak berebut untuk mendapatkan pembelaan yang amat besar ini. Padahal penentang sanggup mengambil resiko untuk menentang walaupun mereka tahu tidak akan menang lagi. Kini Islam pasti menang oleh Abuya. Adapun Yahudi sedang hibur-hiburkan hati karena Dajjal akan turun, setelah datangnya Imam Mahdi.