Tags

, , , , ,


Oleh : Tengku Drs Abdurrahman Umar

Wahai Abuya, ayah dan ibuku dan ayah-ibu bagi semua orang Islam.

Belum ada lagi ibu-ayah yang dapat ‘memberikan’ Tuhan kepada hati anak-anak seperti yang dikau lakukan. Tuhan itu seagung-agung kuasa, Raja kepada segala Raja-raja, untungnya jika didapatkan dengan sepenuh cinta dan rindu hati padaNya. Ibu-ayah hanya membuatkan anak-anaknya dapat bercinta dengan sesama manusia. Cinta yang berakhir dengan kecewa. Cintakan Allah membawa ke Syurga yang kekal abadi. Dapat melihat Allah nanti di Syurga, itulah nikmat kemuncak di dalam Syurga. Rizkikanlah kami dengan nikmat itu Ya Allah berkat Abuya.

Di hari kepergian Abuya, hati seperti dibawa bersama kesana. Hati jadi semakin kuat dengan Abuya. Teknologi apa yang Abuya gunakan untuk merangkaikan hati semua pengikut ke hati Abuya itu? Memang Rasulullah S.A.W telah memberitahu : Roh-roh itu adalah tentara-tentara yang aktif.

Abuya, pemergianmu mencetuskan gelombang rindu yang dahsyat ibarat Tsunami ke hati-hati kami. Tsunami rindu. Pagi, sore, siang, malam kami senandungkan lagu rindu untukmu, untuk Imam Mahdi dan untuk baginda Rasulullah saw. Sungguh, bahkan dengan linangan air mata, wahai Abuya. Mana ada pemimpin yang dapat mencetuskan ini kepada pengikutnya ya Abuya!

Hubungan Rohani yang begitu kuat dengan alam ghaib, dengan roh-roh suci.

Bila manusia sudah merasakan rindu Rasulullah saw artinya mereka akan mampu pula untuk merindui Allah yang bukan ‘alam’ ghaib itu. Allah pencipta alam ghaib.

Dikaulah maha guru yang mengajarkan kami ya Abuya bahwa kekuatan tentara Islam, hingga dapat memenangi musuh dalam semua medan perang, adalah karena ada kekuatan rohani ini. Cinta dan rindukan Allah dan Rasulullah adalah senjata yang sebenarnya untuk mengalahkan Yahudi. Sebab pertolongan Allah yang besar datang di saat si hamba berada di kemuncak cinta dan rindukan Allah. Begitu hebat ciptaan yang diizinkan untuk kami saksikan wahai Abuya.

Tapi mengapa ya Abuya, rizki kebenaran yang sungguh Agung ini tidak banyak yang melihatnya. Penentang lebih banyak, menggunakan kuasa politik, uang dan pengaruh untuk menghancurkan Abuya. Mengapa?

Abuya bagaikan sendirian di lautan mengharungi gelombang yang menakutkan. Ibanya hati melihat Abuya dalam keadaan begitu. Apa maksud Allah ya Abuya dengan membuatkan Abuya jadi begitu? Hingga saat Abuya sudah tiada ini, bangsa ini masih tidak percaya Abuya sebenarnya Putra Bani Tamim yang paling ajaib dan dapat ghaib dan akan datang lagi untuk memimpin. Mereka bahkan menyesatkan. Yang lucunya Abuya, bangsa Malaysia dan Indonesia dan umat Islam seluruhnya memberikan berbagai alasan/dalil untuk men-tidak-kan Abuya semasa hidup dan setelah “kematian”.

Contoh : mereka kata memang ada orang mati yang telah hidup kembali. Terjadi di Kelantan tahun 70-an. Sedang disholatkan tiba-tiba bergerak, padahal surat mengesahkan kematian sudah dikeluarkan oleh pihak berkuasa. Maka hiduplah kembali untuk beberapa tahun sebelum benar-benar mati. (Kosmo Ahad 30 Mei 2010).

Tapi orang mati (mayat) ghaib tidak mungkin terjadi. Demikian mereka mengambil kesimpulan untuk menutup cerita Abuya. Mereka itu tidak tahukah bahwa Allah berkuasa melakukan juga mayat ghaib, seperti yang disebut didalam Al-Quran dan Hadis.

Di dalam dunia orang-orang Sufi, fizikal itu ibarat baju yang dapat dipakai atau ditinggalkan. Di dalam kehidupan wali-wali Allah, keajaiban atau Karomah adalah budaya.

Abuya, sudahlah mereka menganggap remeh saja dengan apa yang datang dari Abuya dan orang Abuya, seolah-olah orang-orang Abuya ialah “kucing kurap” yang tak layak untuk ditanggapi kata-katanya Mereka pula dengan kuasa teruslah menuduh sesat, rusak aqidah dan lain-lain sesuka hati. Kalau tidak diingatkan, mereka sebenarnya dalam bahaya. Bahaya sesat atau bahaya hilang kuasa. Sebab Allah Yang Maha Kuasa akan menarik kuasa dari orang yang sombong. Siapa menyesatkan akan sesat kalau orang yang disesatkan sebenarnya tidak sesat. Abuya itulah mereka, membuat ‘penutup’ yang bahaya, baik yang mereka sadari ataupun tidak!

Sepatutnya mereka berkata beginikan, Abuya:

Pengikut-pengikut Abuya itu bukannya bodoh-bodoh semuanya. Bisnis mereka besar-besar dalam dan luar Negara. Mereka nampaknya kaya-kaya atau hidup seperti orang kaya. Mereka mampu menyelesaikan masalah poligami yang kita juga takuti. Kalau begitu, mari kita bertanya langsung kepada mereka, mengapa mereka mengaku pemimpin mereka belum wafat, tapi ghaib. Atau mari kita tunggu dan lihat. Mana tahu jangan-jangan benar apa yang mereka katakan. Kalau tak benarpun, tak mengapa. Tapi kalau benar, Abuya dikembalikan Allah untuk menyelamatkan Asia dengan Islam bagaimana? ‘ngawur’? Tapi kalau hal ini tidak ‘ngawur’? Kalau Allah kabulkan doa mereka itu?

Wahai Abuya, ayah-ibu orang Islam karena mempunyai hati yang sangat menginginkan keselamatan kaumnya dan sangat membimbangkan kecelakaan menimpa mereka!

Semoga benar-benarlah Abuya belum wafat dan akan kembali untuk menjadi Perdana Menteri Malaysia dan Presiden Indonesia. Sebab, kerusakan bangsa serta kedua-dua Negara yang Abuya tinggalkan ini sungguh membimbangkan. Anak cucu kita sangat berhadapan dengan hal-hal yang membawa kepada binasanya iman dan Islam. Yahudi sudah hancurkan agama Islam dari dada-dada umat. Orang-orang politik kononnya membela Islam, tapi semua Media mereka menjaja seks lebih dari menjaja iman. Terlalu membesarkan dunia, akhirat tidak begitu dipedulikan. Berapa orang yang sholat, tidak begitu diperhitungkan. Mereka berperang gila-gilaan hingga rakyat sudah hilang kepercayaan kepada orang politik.

Abuya pemimpin rohani yang berteknologi tinggi dengan kuasa cahaya (roh). Jika benar Islam akan kembali gemilang bertaraf daulah dan imperium, memang Allah layak melakukan keajaiban paling ajaib, yaitu Abuya kembali dengan Roh dan jasad untuk memimpin. Itu saja cara yang wajar/masuk akal untuk menang dengan Amerika. Kalau Abuya tidak mampu ghaib dan tidak mampu kembali dengan izin Allah, Abuya akan senasib dengan Saddam Hussein, bila mau melawan Amerika. Mau mengharapkan siapa lagi Abuya untuk meng-Islam tulen-kan dunia ini. Semua sudah jadi anak buah Amerika secara rela atau terpaksa. Abuya pun kalau sakit-sakit “Itulah, mau menantang”, diketawakan orang saja! Dan bila Abuya mampu ghaib, Masya Allah, Abuyalah orangnya! Datang ya Abuya, jangan tidak datang.

Banyak yang menunggu walaupun banyak juga yang akan terkejut besar. Manalah tidak terkejut, kalau seekor katak yang dunianya hanyalah di bawah tempurung, tiba-tiba tempurung itu terbalik! Yang mengandung mungkin bisa gugur kandungan karena terkejut.

Buatkanlah Wahai Allah, sesuatu yang sangat diperlukan ini, demi agama-Mu Tuhan. Lebih dari itu pun Dikau sangatlah mampu dengan kuasa Mu. Bukankah hal kecil saja untuk kembalikan Abuya dengan roh dan jasadnya juga. Mudah saja kan!

Ghaibnya jasad Abuya yang sudah kami yakini itu pun sudah terjadi, padahal bukan mudah untuk yakin! Untuk mengembalikan dan kami menunggu dan bersiap lebih mudah. Biarkan orang tidak percaya dulu, tapi di hari itu mereka akan berkata “Terima kasih Tuhan, karena melakukan kuasaMu untuk kami”.

Wahai Abuya, jangan sedih karena diejek terus oleh sebagian kaum mu, kami pengikutmu sangat percaya bahwa Abuya adalah untuk daulah, dan daulah adalah untuk Abuya. Itukan janji Tuhan kepada Pemuda Bani Tamim? Kami tak percaya Abuya seorang penipu atau tersalah. Bukti dan hujjah sudah sempurna untuk kami percaya bahwa Abuyalah orangnya. Ghaibnya Abuya ini pun (orang mengatakan wafat) pada kami adalah bukti bahwa Abuya adalah orangnya. Kami sedang kagum dan bangga bukannya sedih. Lihatlah Ummu Jah dan isteri-isteri Abuya yang lain. Mereka tidak mungkin bersandiwara untuk kuat, kalau mereka yakin suami mereka telah pergi buat selama-lamanya. Tapi mengapa mereka begitu semangat?

Kepada orang-orang yang menghina kami karena ini, sebenarnya kalau diberi kesempatan didalam apa-apa Media untuk dialog, forum, wawancara, diskusi, kami sangat menghendaki untuk membetulkan cara mereka berpikir tentang Abuya dan pengikutnya. Tapi mana mereka mau bagi kesempatan itu? Mereka sangat takut untuk bertemu, apa lagi untuk mendengar suara kami, takut dengan itu pengaruh Abuya bertambah besar. Mungkin mereka pun malu sendiri!

Kami sabar sajalah. Dengan berdo’a semoga kebenaran ini akhirnya memenangi dan menguasai semua!

Abuya, fatwa yang dibuat untuk Abuya itu sebenarnya benar atau tidak? Kalau benar, mengapa banyaknya orang yang mengiringi ke makam Abuya tanggal 13 Mei itu? Dan mengapa berita Abuya ghaib begitu besar sekali. Mengapa? Mengapa? Mengapa?

Aduh, rindunya hati padamu, Abuya. Cepat-cepatlah kembali, janganlah terlalu lama. Dunia sangat memerlukan mu, Abuya, pemimpin paling ajaib di zamannya. Untuk menciptakan janji Tuhan bahwa Islam akan jadi imperium dunia untuk yang ke dua kali.