Tags

, , , ,


Oleh Drs Mochammad Umar

Mengawali pembahasan tentang keajaiban ini kita simak dahulu kata-kata Allah Surah Az-Zumar 39-44 artinya:

“Katakanlah : Hai kaumku! Bekerjalah kamu menurut kesanggupanmu, aku juga bekerja. Nanti kamu akan mengetahui. Siapa yang akan ditimpa siksaan, yang memberikan kehinaan serta menerima siksaan yang tetap. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepada engkau, membawa kebenaran untuk manusia. Siapa yang mengikuti pimpinan yang benar, hasilnya untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan orang yang sesat jalan, dia sesat untuk kecelakaan dirinya. Dan engkau bukanlah menjadi pengawal mereka. Allah yang mengambil jiwa ketika wafatnya, dan ketika tidurnya sebelum wafat. Lalu ditahanNya jiwa yang telah wafat, dan dilepaskanNya kembali jiwa yang lain, sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya hal itu menjadi bukti bagi kaum yang berfikir. Apakah mereka mengambil penolong-penolong selain dari Allah? Katakanlah :Walaupun mereka tiada mempunyai kekuasaan dan tiada pula mempunyai pengertian barang sedikitpun? Katakanlah: pertolongan itu seluruhnya kepunyaan Allah. KepunyaanNya kerajaan langit dan bumi, kemudian itu kamu akan dikembalikan kepadaNya.(Surah Az-Zumar 39-44)

Paket ayat-ayat diatas sebenarnya membenarkan kisah-kisah yang kami lalui bersama Abuya. Tentunya ia ulangan sejarah sepanjang umur dunia. Al-Quran adalah rujukan juga untuk kita:

1. Abuya menyeru kaumnya tapi ditolak sama sekali. Malaysia memfatwakan sesat tanpa mau mendengar hujah/alasan. Di Indonesia sebagian menerima, sebagian lagi menolak. Singapura sama sekali tidak mengizinkan Abuya masuk ke negaranya. Mengapa Singapura sangat marah dengan Abuya?

2. Allah pun menyatakan supaya Abuya berlepas tangan dari sikap keras kepala kaumnya. Waktu untuk hukuman telah tiba. Kemenangan untuk Islam (Abuya) akan dicipta.

3. Terjadilah satu hari yang ajaib, jasad Abuya dipisahkan dari sihir yang sudah hampir-hampir membunuh Abuya. Ibarat pohon mangga yang hampir mati dikuasai pohon benalu. Sihir dicabut nyawanya untuk mati, jasad Abuya ditidurkan. Roh muqaddasahnya yang sangat aktif, telah menghaibkan jasadnya yang tidur, dengan kuasa Allah. Sebab belum masanya Abuya bangun. Bila tiba waktunya, Abuya akan bangun dan muncul kembali ke bumi.

Dokter-dokter yang menyaksikan sangat terkejut dengan kejadian yang berlaku di hari Abuya ‘wafat’. Pada pukul 7.45 pagi, angka-angka di monitor menunjukkan Abuya sudah wafat. Sebab sihir (benalu) dipisahkan akar-akarnya dari dahan mangga. Dan pada pukul 1.50 siang segala badan dan daun-daunnya dicabut habis. Maka matilah betul-betul benalu itu. Dokter tidak tahu yang itu hanya benalu, bukan pohon mangga sebab seluruh pohon mangga dikuasai benalu. Dokter tidak tahu yang mati hanya sihir pada Abuya, bukannya diri Abuya. Sebab dokter tidak melihat badan Abuya (ghaib) hanya dokter heran, sepert ada ‘tangan’ yang melakukan proses untuk terjadinya kematian yang aneh itu. Dengan tiba-tiba, tanpa ada tanda-tanda awal, Abuya mengalami kematian semua organ-organ.Padahal sejam sebelumnya keadaan organ semuanya normal. Tapi bila mati, hidup kembali. Organ kembali normal, konon tersedak atau paru-paru berjangkit padahal sejam sebelumnya semua itu tidak ada. Mati yang dicipta oleh tangan ghaib. Dokter lahir bingung. Sebenarnya roh muqaddasah Abuyalah yang mencabut sihir dari badan Abuya dengan kuasa Allah. Jasad Abuya langsung tertidur disaat-saat jantung dan nadi (sihir) atau benalu berhenti, menurut angka pada monitor. Siapa yang ikut menyaksikan, waktu itu tiada tarikan nafas terakhir berlaku. Banyak yang melihat gerakan-gerakan fisik Abuya (yang sudah terpisah dari sihir) atau (padahal Abuya dalam keadaan dibius), yang cukup menyakinkan bahwa Abuya tidur. Dimana kalau tidak dikebumikan, niscaya Abuya tidur panjang atau ghaib dari tempat tidurnya. Lalu mengapa kami kebumikan? Sebab untuk mudah Abuya ghaib. Dan untuk menyenangkan hati-hati musuh bahwa Abuya sudah mati. Dan karena tempo untuk bangun adalah rahasia Allah.

Allah mengesahkan bagaimana Dia berkuasa untuk melakukan yang demikian itu, sebagai bukti bahwa ghaib itu dapat berlaku. Ada ilmunya bagi yang mampu berpikir.

4. Tapi bagi orang-orang ahli sihir yang menolak kepimpinan kebenaran, tidak mengambil Allah sebagai penolong, menggunakan sihir untuk menang perang, Allah menghinanya dengan menyatakan ahli-ahli sihir itu apa yang dia tahu dan apa kuasanya dibanding Allah?

5. Tunggulah hari keputusan untuk melihat kebenaran. Di hari itu Allah akan buktikan bahwa Dialah saja yang mampu menolong (bukan ahli sihir) karena langit dan bumi ini hanyalah Allah Tuan punyanya.

Sekarang ahli-ahli sihir tahu mereka kalah. Abuya biarkan lama-lama kerja mereka mensihirkan Abuya sampai sebagian badan Abuya jadi seperti monyet, sebagian lagi tinggal rangka tulang. Padahal organ-organ penting dalam tubuh, semuanya normal. Sampai sejam sebelum ‘mati’, Abuya tidak demam, tidak batuk, tapi dokter terpaksa juga berkata sakit paru-paru.

Abuya hidup sehat selama 7 tahun lebih didalam jasadnya yang sakit oleh sihir. Abuya sakit tetapi sehat. Maka pada hari tukang-tukang sihir itu merancang untuk mencabut nyawa Abuya, karena melihatkan fisiknya sudah tiada harapan, maka Abuya roh muqaddasah pun menunjukkan ‘power’nya kepada tukang-tukang sihir itu. Abuya mencabut sihir dari badannya. Padahal sebelum itu semua berlaku, dokter kata Abuya ‘ok’. Dokter sangat terkejut. Cabutan pertama mematikan separuh sihir. Mereka lihat Abuya hidup kembali.

Malam sebelum abuya dilihat merancang sesuatu. Diminta isteri-isterinya beri minum (air atau susu) sedangkan dokter menyuruh puasa 24jam. ‘Kalau dokter marah buat tak tahu saja’, katanya. Tapi isteri kata: “Kalau beri minuman bahaya.’

Abuya jawab:”Tak minum lebih bahaya.”

Maka Abuya pun diberi minum. Apa bahayanya? Begini:

Abuya hendak memasukkan air yang banyak dalam paru-parunya supaya ‘kematian’ dikatakan karena sakit paru-paru. Tanpa itu, organ semua normal dan tidak demam, tidak batuk. Sedangkan di waktu subuh Abuya tarik selang yang dipasang di dalam hidung untuk air tidak ke paru-paru, lepas subuh Abuya melakukan aksi tarik nafas terakhir dan terus setengah koma, dan meninggal! Artinya Abuya telah beraksi paru-paru masuk air dan meninggal. Tapi setelah itu hidup kembali. Pukul 8 pagi dibawa ke ICU. Katanya air dalam paru-paru hingga 3000cc dan kuman sudah merebak. Padahal Abuya minum paling banyak hanya 3 cangkir, kurang lebih 15cc saja!

Hidup sampai pukul 1 siang hari, dalam keadaan dibius sepenuhnya, tidak mungkin dapat bergerak lagi, kami hanya saksikan Abuya bernafas kaku dengan oksigen bantuan. Dalam bius, mana mungkin mampu menelan bila diberi air. Tapi pukul 1.30 siang Abuya menelan air dan mengangkat kaki. Waktu itu angka di monitor sudah menunjukkan keadaan ‘mati’.

Selanjutnya Abuya menutup mata yang tadinya terbuka saja dan menutup mulut yang tadinya terbuka dan senyum serta beraksi mau tidur. Saat itu dilihat (oleh Dokter) ‘meninggal’. Tapi sebenarnya tidur!

Abuya yang roh itu, merekayasa kematian fisiknya. Padahal, fisik itu sudah dua. Yang satu milik sihir, yang satu lagi milik Abuya. Bila sihir dicabut dan mati, jasad Abuya tidur dan diambil oleh roh muqaddasahnya. Sekiranya abuya bukan dua, tentulah mata tidak ditutup, terus terbuka oleh bius bila mati. Mulut terus terbuka waktu bius, waktu menarik nafas terakhir. Tapi itu semua tidak berlaku. Yang berlaku ialah, setelah sihir itu ghaib, Abuya kembali normal badannya suam seperti orang tidur. Sama sekali tidak seperti orang mati walaupun waktu mandi. Waktu dikafankan dibuka matanya dan ditutup kembali. Begitu dimasukkan ke liang lahat langsung ringan seperti guling. Sekarang tukang sihir geledah kubur Abuya. Didapati Abuya tak ada. Sebab itu mereka pun hendak mengusahakan jin sihir untuk tunggu kubur dan dalam kubur. Supaya kalau dikorek, orang kata Abuya ada disitu tidak ghaib! Begitu lemahnya mereka karena menyangka mereka mampu mengalahkan Allah dan janji-janji-Nya. Tukang-tukang sihir bukan saja kalah berperang dengan Abuya, bahkan mereka membantu usaha-usaha Abuya untuk ghaib. Aduh sakitnya mereka!

Sesiapa yang ragu-ragu dengan cerita ini istikharahlah, sholat hajatlah atau doa minta petunjuk Allah. Tanya juga kepada Rasulullah yang roh itu, niscaya kebenaran akan diperolehi. Justeru mari kita tunggu dan lihat! Hari dimana Allah akan tunaikan janjinya. Yakni kejadian paling ajaib diakhir zaman, alam ghaib mengirim pemimpin rohani untuk Islamkan bumi! Dengan kuasa dan izin Allah.