Tags

, , , , ,


Putera Bani Tamim ialah Abuya.  Baginda Al Fata Attamimi adalah tokoh akhir zaman yang mempersiapkan tapak pada dunia Islam oleh Imam Mahdi. Tapak itu ialah Daulah Islamiyah. Negara itu ialah Malaysia. Diikuti oleh Indonesia dan seterusnya Asia bersatu dengan Islam dibawah naungan Abuya.

Selama 73 tahun umurnya Abuya berjuang untuk jemaah sebagai tapak daulah. Perjuangannya melalui fase demi fase atau era demi era.

  1. Era Malaysia dari tahun 1937 hingga tahun 1987 yakni sampai umur 50 tahun tumpuannya hanya pada Malaysia. Boleh dikatakan setiap inci bumi Malaysia dipijaknya selama tempo itu.

  2. Era luar Negara dari tahun 1988 hingga tahun 1994, selama 7 tahun sampai umur 57 tahun fokus perjuangannya ialah ke ¾ dunia. Amerika, Eropah, Rusia, Cina, Australia, New Zealand, Timur Tengah, Turki dan seluruh Asia Tenggara. Malaysia ditinggalkanlah dengan melakukan kepimpinan dari jauh. Jemaahnya berjalan baik, terus kokoh, sementara itu di luar Negara jemaahnya kian bertapak dan semakin meriah. Kalau bukanlah kekuatan rohnya, di era ini Abuya sudah terpaksa menamatkan perjuangannya. Sebab sepeninggal Abuya, ada usaha-usaha menghancurkan jemaahnya di Malaysia oleh musuh-musuhnya yang membuangnya ke luar Negara selama 7 tahun itu. Namun bukan saja jemaahnya tidak hancur bahkan lebih menakutkan musuh-musuhnya. Usaha-usaha musuh bagaikan pupuk yang menambah kekuatan jemaah. Kepemimpinan roh oleh Abuya, dengan teknologi cahaya telah memanfaatkan usaha musuh sehingga mendapat keuntungan bagi jemaahnya. Maka musuh bertambah bingung dengannya lalu mengambil langkah lebih ganas yaitu menangkap Abuya dan timnya di bawah akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA).

  3. Era ISA 10 tahun dari tahun 1994 hingga tahun 2004. Selama 10 tahun pula meninggalkan jemaahnya. Memimpin dari dalam Tahanan daerah. Memimpin dengan roh lagi. Didalam ISA, jemaahnya jadi 10 kali lebih kuat daripada sebelumnya yaitu kekuatan ekonominya. Dalam masa yang sama Kementerian Dalam Negeri Malaysia makin melihat perjuangan Abuya tidak pun menyebabkan ancaman apa-apa bagi keselamatan Negara. Lalu Abuya dibebaskan dari ISA.

  4. Era sakit parah selama 7 tahun. Dari tahun 2003 hingga 2010. Sakitnya kata dokter ialah lumpuh seluruh tubuh (multy stroke) atau mati seluruh badan karena stroke. Selama 7 tahun itu beliau terus memimpin. Tidak ada yang dilantik sesiapa menjadi pemimpin menggantikannya. Dan memang pengikutnya pun mau Abuya yang terus memimpin. Mereka itu taat-taat saja. Yang menjadi jurubicaranya ialah isteri kedua yaitu Hatijah Aam (Ummu Jah). Maka memimpinlah Abuya dengan rohnya. Kalau bukan rohnya yang aktif mengetuai orang-orang maka bisnisnya habis karena ditipu atau tutup usahanya. Tapi tidak! Makin membesarnya perjuangannya waktu beliau sakit inilah. Pengaruh makin membesar waktu inilah juga. Membuat musuh-musuh curiga saja padanya. Sakit atau tak sakit sebenarnya. Orang sakit tak  jadi beginilah. Demikian tanda-tanya yang Abuya cetuskan tentang dirinya.

    Ummu Jah sepanjang 7 tahun itu hanyalah jurubicara Abuya. Tidak satupun keputusan yang Ummu Jah buat bahkan untuk keluar dari ruangan, melainkan dengan izin Abuya. Bila ada kesalahan dan kelemahan yang Ummu Jah buat, semua dihukum  dan diadili di depan jemaahnya. Bila orang berkata “Ummu Jah dan Fakhrurazi(anak lelaki pertama Abuya) telah menguasai jemaah Abuya’, maka Abuya menjawab “Siapa yang mengatakan jemaah ini kepunyaan anak dan isteri saya, dia bukan lagi pengikut saya. Dia telah buat jemaah dalam jemaah saya. Karena dia tidak paham bagaimana saya memimpin.”

  5. Era Ghaib. Di usia 73 tahun yaitu setelah 23 tahun memimpin jemaah dengan rohnya, setelah jemaahnya begitu sempurna dan setelah beliau benar-benar diyakini sebagai Putera Bani Tamim (PBT) pemimpin yang dilantik Allah, mewakili Nabi akhir zaman, Abuya pun menyeberang lagi keluar Negara. Negara Ghaib. Yaitu di waktu sedang kejar mengejar dengan Yahudi. Yahudi hendak mengusir Abuya dari bumi karena Abuya sudah menantang sekali. Dalam bukunya ‘Tsunami Membuktikan Abuya Putra Bani Tamim (Satria Piningit), Abuya seperti mengundang Yahudi ‘Tangkaplah aku, tangkaplah, memang akulah orang yang engkau cari-cari itu!’.Sungguh setelah itu Abuya diburu! Orang bodoh saja yang tidak percaya kenyataan ini. Yahudi merasa Abuya telah menipu mereka, selama 7 tahun kononnya sakit tetapi di kemuncak sakit pengaruhnya cukup besar, jemaahnya dilihat sebuah kebangkitan yang cukup besar. Maka diatas kekuatan itulah dia mengisytiharkan dirinya pemimpin dari dua negara yaitu Malaysia dan Indonesia. Menyaksikan semua ini, bodohlah Yahudi kalau terus berdiam diri. Mereka pun tentulah merancang sesuatu. Dan Abuya ketika begitu diperhatikan gerakannya, makin parahlah sakitnya lalu masuk Rumah sakit ‘Hospital Specialist Ipoh’ pada tanggal 10 Mei 2010. Di Rumah sakit tersebut pada tanggal 13 Mei 2010, pukul 07.00 pagi hingga pukul 14.00 siang, Abuya telah membuat para dokternya sangat terperanjat. Abuya mati dan hidup lagi, mati dan hidup. Tiga kali. Kemudian akhirnya mati dengan penuh keajaiban. Mati tapi macam tidur! Sebelumnya Abuya beritahu secara roh kepada jurubicaranya Ummu Jah:

    i)    ‘Kalau Abuya meninggal, daulah tetap jadi.’
    Oleh siapa?
    ‘Menurut Rasulullah SAW oleh saya (Abuya).
    Artinya Abuya belum meninggal?

    ii)    ‘Jangan kamu mengharap saya bangun dengan jasad yang sudah tinggal seperti rangka tulang. Bukankah sepatutnya bangun dengan jasad baru yang gagah dan sehat sesehat-sehatnya.’
    Artinya pergi untuk memakai jasad baru!

    Tentang hal Ummu Jah itu mendapat input secara roh dari Abuya ke ajal atau hatinya bukannya baru hari itu. Selama 7 tahun menjadi jurubicara Abuya, selama itulah Ummu Jah dilatih untuk mampu menerima info-info rohaniah atau ilham dari mursyidnya. Abuya pergi diwaktu Ummu Jah sudah sangat mahir dan yakin dengan ilham-ilham itu. Dan kami para pengikut sangat dapat menerimanya apabila tahu Abuya waktu ini hendak meneruskan gaya kepimpinannya seperti itu. Abuya tidak berkehendak jemaahnya ditukar pemimpin. Putra Bani Tamim hanya seorang kata Abuya. Ini isyarat bahwa dia tetaplah pemimpin jemaah waktu ini. Dan kami setuju! 7 tahun lamanya Ummu dilatih Abuya dan berhasil, mana mungkin sekarang kami tidak yakin bahwa Ummu tetaplah hanya jurubicara dan kepimpinan Abuya gaya ini akan membuat Islam terus menang dan menang. Syeikh Fakhrurazi tetaplah hanya wakil dan bukan ‘Pemangku jabatan ketua Jemaah’ seperti yang kami sangka pada awal kepergian Abuya.

    Kembali ke hospital Ipoh, tentang meninggalnya Abuya, melalui ilham yang diberikan kepada Ummu, Abuya berkata dari Rasulullah SAW bahwa yang terlihat A wafat itu untuk Yahudi, yang terlihat Abuya ghaib itu untuk Islam.

    Bergayalah Abuya seperti mayat untuk terus menipu Yahudi. Dimandikan, dikafankan, disholatkan dan dikebumikan. Padahal kepemimpinan roh ini dengan gaya tidurnya telah sangat meyakinkan pengikutnya bahwa Abuya belum wafat. Dia ghaib dan akan betul-betul wafat nanti di Palestina, setelah Masjidil Aqsa dapat dikembalikan kepada Umat Islam.

    Demikianlah Allah melakukan kuasaNya untuk Umat akhir zaman yang mempunyai nabi yakni Nabi Muhammad yang berperanan secara roh karena sudah wafat. Karena roh Nabi Muhammad itulah semua keajaiban ini Allah izinkan berlaku kepada umat akhir zaman.

    Bahkan akan datang Dajjal sesudah Imam Mahdi. Kalau Allah tidak dibenarkan melakukan semua ini dengan apa anda berharap Si Yahudi itu disusah-susahkan dan akhirnya dikalahkan? Saddam Hussein sudah mencobanya dengan cara yang masuk akal, tapi apa sudah jadi pada Saddam? Akibat dari itu mana mungkin akan ada Saddam kedua? Tapi Abuya-lah ‘Saddam’ yang sebenarnya yang akan membuatkan Yahudi kebingungan dan akhirnya tersungkur!  Yakni dengan cara yang sangat tidak masuk akal yang orang Islam pun tak sangka, bahkan Yahudi pun terpinga-pinga jadinya, panik dan hilang pertimbangan. Tapi Yahudi tidaklah terlalu bodoh, memang mereka alim bahkan lebih dari ulama Islam.

    Yahudi yakin Abuya belum mati lagi, hanya ghaib. Walaupun media di Malaysia sangat menyebarkan berita kewafatan Abuya, tapi orang bodoh saja yang percaya. Yahudi pun tidak percaya. Buktinya, untuk apa berita Abuya sampai sekarang dimainkan lagi. Abuya disesatkan lagi. Pengikut Abuya hendak ditangkap lagi! Mengapa?

    Kalau yakin Abuya sudah wafat, artinya berakhirlah sudah Asaarisme di Malaysia dan tidaklah anak-anak atau isteri mampu untuk membuat Daulah Islamiyah. Putra Bani Tamim pun mati, apalah saja anak dan isterinya? Kalau begitu apa yang sangat ditakuti hingga terpaksa memerangi lagi untuk dihancurkan lagi dan ditangkap lagi?

    Jangan-jangan semua pun yakin Abuya akan datang lagi. Bahwa Abuya  sedang terus memimpin dari balik tabir Negara seberang? Menunggu hari untuk kembali menyelamatkan Malaysia dari kejahatan dan tipu daya Yahudi? Memang kenyataannya pada hari ini Malaysia dan Asia sangat memerlukan pimpinan Abuya!!! Kata Abuya dia muncul di saat semua rakyat Malaysia setuju dengan kepemimpinan Abuya. Indonesia pun begitulah juga! Negara kedua yang menerima Abuya. Bersabarlah menunggu! Niscaya Malaysia dan Indonesia akan selamat dengan Islam. Dan Allah akan menarik kembali kuasa Yahudi dibumiNya.

Wabihi wallahualam, Wassalam.